Image of Panji Wirapati: Pralaya di Tanah Jawa

Text

Panji Wirapati: Pralaya di Tanah Jawa



Pertempuran di Randudoyong menyisakan luka yang dalam bagi Panji. Ia harus kehilangan Ki Sancaka, sosok ayah sekaligus pemimpin laskar perjuangan pengikut pangeran Diponegoro yang ia banggakan. Sosok ayah menempanya menjadi prajurit mumpuni sekaligus mampu memyelaraskan diri dengan kehidupan alam dan rakyat jelata. Keberadaannya sebagai keturunan tunggal Ki Sancaka menjadikan ia sebagai bulan-bulanan pasukan Belanda dan pasukan Prasidra yang menjadi anteknya. Akan tetapi, sebagai pewaris ilmu kuntao, ilmu Sapta Pranggaita, disertai dengan ilmu Tameng Waja, Panji terlalu alot untuk ditundukkan. Dari Kiai Kasan Duryat, sang kakek, Babah Tesin sang guru, juga Sanjaya sang paman, pemuda pilih tanding itu melewati masa pembajaan diri untuk merajai liku-liku olah perang dan olah batin yang ulung dan bernas demi melawan pemerintahan kolonial Belanda. Meskipun harus berhadapan dengan lingkaran persoalan pelik dalam kehidupan pribadinya, Panji menyeruak sebagai sosok yang kedap bertahan dari angkara murka. Hingga, kesewenang-wenangan yang tumpah di tanah Jawa pun harus ia lakoni dengan jiwa ksatria.


Ketersediaan

AH00002899.221 NUG p k.1Darul KutubTersedia
AH00003899.221 NUG p k.2Darul KutubTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 NUG p
Penerbit Metamind : Solo.,
Deskripsi Fisik
vi, 770 halaman ; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9251-23-4
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
volume
Edisi
Edisi Pertama
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

JudulEdisiBahasa
Panji Wirapati: Tumpas PamungkasEdisi Pertamaid



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya